Unsur Gizi Makanan & Kesehatan

Posted on 27 Januari 2017
Unsur Gizi Makanan & Kesehatan

Unsur Gizi/Nutrisi dari makanan/minuman terdiri dari :

  1. Karbohidrat.
  2. Protein.
  3. Lemak.
  4. Vitamin.
  5. Mineral.
  6. Suplemen antioksidan.

KARBOHIDRAT

Karbohidrat adalah senyawa yang terdiri dari gula dengan rantai :

  1. Monosakarida (glukosa & laktosa),
  2. Disakarida (sukrosa & laktosa),
  3. Oligosakarida,
  4. Polisakarida(pati,glikogen, selulosa).

Monosakarida dan disakarida adalah senyawa gula yang akan diserap dengan cepat di usus, sehingga akan cepat menaikkan gula/glukosa plasma darah. Kenaikan kadar gula/glukosa plasma darah akan merangsang kelenjar Pankreas untuk memproduksi hormon Insulin, dengan maksud mempermudah masuknya gula plasma kedalam sel sel jaringan tubuh. Dengan demikian,senyawa ini dalam dosis yang tinggi, durasi yang panjang dan asupan yang sering, akan menyebabkan  tingginya kadar insulin darah dan aktifitas/kerja kelenjar Pankreas dipacu dengan keras. Apabila kadar insulin sudah terbiasa tinggi, justru sel sel jaringan tubuh lama kelamaan menjadi tidak peka/terjadi resistensi terhadap rangsangan insulin tersebut, hal ini malah berakibat naiknya kadar gula plasma yang secara berantai akan memicu kerja kelenjar Pankreas lebih keras lagi sehingga memproduksi insulin lebih banyak dan lebih tinggi lagi, demikian seterusnya, dan keadaan ini disebut Insuline Resistance Syndrome (IRS). Pada keadaan IRS berdampak terjadi banyak kerusakan pada sel-sel endotel pembuluh darah dan organ jaringan,dan umur kelenjar Pankreas menjadi lebih pendek karena terjadi banyak kerusakan, bahkan dalam berbagai penelitian dapat menginduksi terjadinya Diabetes Mellitus tipe 2 sampai Ca Pancreas.

Hyperinsulinemia/IRS akan mempengaruhi peningkatan :

  1. Intoleransi Glukosa.
  2. Kolesterol.
  3. Trigliserida.
  4. Asam urat.
  5. Tekanan darah.
  6. Pelepasan Sitokin Pro-inflamasi Interleukin dan TNF-a , sehingga terjadi peradangan/inflamasi di berbagai jaringan tubuh.

Peradangan/inflamasi di berbagai jaringan tubuh sebenarnya bila dihubungkan dengan asupan karbohidrat terjadi melalui 4 mekanisme , yaitu :

 Hyperinsulinemia/Insuline Resistance Syndrome (IRS)

  1. Radikal bebas/Reaktif Oksigen Spesies.
  2. Glikasi dari Protein dan Lemak tanpa melalui proses enzimatik.
  3. Hipertrigliseridemia.

Ke 4 mekanisme tersebut akan menyebabkan peradangan kronis/inflamasi dari sel endotel dan banyak jaringan/organ tubuh, sehingga terjadi sklerosis pembuluh darah, gangguan metabolisme, proses penuaan dini, gangguan keseimbangan berbagai siklus pertumbuhan jaringan dalam tubuh . 

Sedang Serat/Fiber akan meningkatkan sensitifitas jaringan/organ tubuh terhadap Insulin, sehingga dapat memperbaiki keadaan IRS.
Terdapat penelitian bahwa memakan roti putih yang diperkaya dengan 31,2 g larutan  serat oat/hari selama 3 hari, maka seluruh tubuh meningkatkan pembuangan glukosa, dan peningkatan sensitivitas insulin  pada 13 kasus orang dewasa dengan obesitas atau kelebihan berat badan, jika dibandingkan dengan makan roti putih biasa. 

Contoh dari Serat/Fiber :
Crude fiber/serat kasar : selulosa (buah-buahan, sayuran, sereal/gandum, kayu, daun-daunan)
Soluble dietary fiber/serat larut: Larutkan atau campur dalam air (buah-buahan, beberapa kacang-kacangan, sayuran, dan biji-bijian); meningkatkan penyerapan dengan memperlambat gerakan makanan, meningkatkan massa dan kelembaban feces/tinja, mengikat kolesterol
Dietary fiber-Insoluble/serat tidak larut : Jangan dilarutkan (gandum, kacang, sayuran), meningkatkan massa dan kelembaban feces/tinja, mencegah sembelit dan kelemahan dalam dinding usus.

Glycation/Glikasi
Proses Glycation / Glikasi adalah ikatan glukosa ke molekul protein atau lemak tanpa melalui proses pengendalian enzim. Hal ini disebabkan oleh karbohidrat dengan Glycemic index/indeks Glikasi yang tinggi.  
Makanan Karbohidrat dengan Glycemic index/indeks Glikasi yang rendah (55 atau kurang) :
hampir kebanyakan buah-buahan dan sayuran (kecuali kentang dan semangka), roti kasar, pasta, kacang polong/kacang-kacangan, susu, yoghurt, produk sangat rendah karbohidrat (beberapa keju, kacang-kacangan), fruktosa
Makanan Karbohidrat dengan Glycemic index/indeks Glikasi yang  medium (56-69) :
produk gandum, beras basmati, ubi jalar, gula pasir
Makanan Karbohidrat dengan Glycemic index/indeks Glikasi yang tinggi (70 keatas) :
corn flakes, crispies dari beras, kentang panggang, semangka, croissant, roti putih, diekstrusi sarapan sereal, nasi putih (jasmine rice), glukosa (100).

PROTEIN 

Protein adalah senyawa organik yang terdiri dari asam amino bergabung dengan ikatan peptida :

  1.  Asam amino esensial.
  2.  Asam amino non esensial .

Asam amino esensial : Isoleucine, Leucine, Lysine, Methionine, Phenylalanine, Threonine, Tryptophan, Valine, Selenocysteine 
Asam amino non esensial: Alanine, Asparagine, Aspartic Acid, Cysteine, Glutamic Acid, Glutamine, Glycine, Proline,  Serine, Tyrosine,  Arginine, Histidine 
Asam amino sangat diperlukan bagi pembentukan jaringan tubuh, produksi enzim, hormon, dan berbagai metabolisme tubuh. Sehingga sebaiknya semua asupan makanan selalu mengandung protein/asam amino untuk menjaga kelangsungan dan keseimbangan dalam tubuh kita.
 
LEMAK

Lemak terdiri dari molekul gliserin dengan tiga asam lemak yang terikat , serta dibagi dalam golongan :

  1. Asam lemak jenuh/saturated fatty acids (hidrokarbon dengan rantai tidak bercabang, dihubungkan oleh ikatan tunggal).
  2. Asam lemak tak jenuh (berpasangan & ikatan tunggal).

dan:

  1. Asam Lemak Esensial/Essential Fatty Acids (EFA).
  2. Asam Lemak Non Esensial.

Essential Fatty Acids (EFA)/Asam Lemak Esensial :
EFA adalah asam lemak yang tidak dapat dibuat dalam tubuh manusia; dan oleh karena itu harus diperoleh dari zat gizi : 

  • Short Chain Polyunsaturated  Fatty Acids (SC-PUFA) :
  • Asam lemak ω-3  : asam α-Linolenic atau ALA .
  • Asam lemak ω-6  : asam Linoleic atau LA.
  • Long-Chain Polyunsaturated  Fatty Acids (LC-PUFA) :
  • Asam lemak ω-3  :
  • Asam Eicosapentaenoic  atau EPA.
  • Asam Dokosaheksaenoat  atau DHA. 
  • Asam lemak ω-6  :
  • Gamma-linolenat atau GLA.
  • Dihomo-gamma-linolenat atau DGLA.
  • Arachidonic acid atau AA.

EFA mempunyai banyak fungsi :

  • Eikosanoid klasik (mempengaruhi peradangan/inflamasi dan banyak fungsi-fungsi sel-sel lainnya).
  • Endocannabinoids (mempengaruhi perasaan/mood, perilaku dan peradangan).
  • Bentuk lipoxins dari EFA ω-6  dan resolvins dari EFA ω-3 (dengan adanya aspirin, menurunkan peradangan).
  • Bentuk isofurans, neurofurans, isoprostanes, hepoxilins, asam epoxyeicosatrienoic (EETs) dan Neuroprotectin D, Mereka membentuk jaringan lipid (mempengaruhi signal antar sel/cellular signaling).
  • Mereka juga bekerja pada DNA (mengaktifkan atau menghambat faktor transkripsi seperti NFκB, yang terkait dengan produksi sitokin pro-inflamasi).

MUFA/Monounsaturated fatty acid :

  • Minyak zaitun/Canola.
  • Minyak Kacang (kacang-kacangan).
  • Minyak biji wijen.
  • Alpokat.
  • Ikan.
  • Almond.
  • Kacang mede.
  • Pistachios- Pecan.

PUFA/Polyunsaturated fatty acid :

  • Safflower oil/minyak biji bunga matahari.
  • Minyak Jagung.
  • Minyak Kedelai.
  • Minyak biji wijen.
  • Ikan.
  • Kenari.

Lemak jahat dapat berupa : lemak trans/transfat dan lemak jenuh/saturated fatty acid (SAFA), yang dapat menyebabkan proses peradangan.  

SAFA/saturated fatty acid/Lemak Jenuh :

  • Minyak kelapa.
  • Mentega lemak (produk susu).
  • Kelapa sawit.
  • Beef tallow (lemak sapi).

Lemak trans :

  • Susu.
  • Lemak tubuh/badan ruminansia (sapi, domba).
  • Lemak Solid  & cairan minyak dalam makanan cepat saji,  makanan, snack, makanan gorengan/minyak jelantah & industri dipanggang.
  • Butter & Lard.

KEPUSTAKAAN

Fauci, et all ; Harrison’s Priciples of Internal Medicine ; 17th edition ; McGrawHill Medical, New York, 2008Levene,G.M. & Calnan C.D. ; Atlas Berwarna Dermatologi ; EGC, Jakarta, 19863) Mark Cappel, et all; Correlation Between Serum Levels of Insulin-like Growth Factor 1, Dehydroepiandrosterone Sulfate, and Dihydrotestosterone and Acne Lesion Counts in Adult Women ; Arch Dermatol. 2005;141:333-338.Murtagh J.; General Practice, 3rd edition ; Graw Hill, 2003Ralf Paus & Cotsarelis ; The Biology of Hair Follicles ; The New England Journal of Medicine, Volume 341:491-497 August 12, 1999 Number 7Robert B. Wallace ; Public Health & Preventive Medicine, 14th edition, Prentice Hall International Inc., USA, 1998.Sadick NS, et all; Your Hair – Helping to keep it ; Consumer Report Books, USA, 1992White G ; Color Atlas of Dermatology ; Mosby, 2004 
Wolff, et all; Fitzpatrick’s Dermatology in General Medicine, 7th edition; Mc Graw Hill, New York, 2008Webster, et all ; Correlation of Propionibacterium acnes Populations with the Presence of Triglycerides on Nonhuman Skin ; Appl Environ Microbiol. 1981 May; 41(5): 1269-1270. 

_PRINT

Anggota :

Anggota
Pkfi
PDK3MI
Tidak Membuka Cabang